Transformasi-pendidikan-mulai-meluas-namun-belum-optimal

Transformasi pendidikan mulai meluas, namun belum optimal

SELAMA pandemi Covid-19, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset, Teknologi, dan Teknologi (Kemendikbud) bekerja sangat keras melakukan sejumlah terobosan agar kegiatan pendidikan tetap berjalan dengan baik dan berkualitas.

Saat pandemi merebak, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan merespons dengan menyalurkan Dana BOS

Afirmasi dan BOS Kinerja serta memberikan subsidi upah kepada 1.634.832 PAUD PTK, Pendidikan Dasar dan Menengah, 374.836 PTK Perguruan Tinggi dan 48.000 Pelaku Seni Budaya.

Selain itu, total pengguna baru Rumah Belajar pada tahun 2020 berdasarkan database portal Rumah Belajar adalah 7,79 juta dengan 105,532 juta pengunjung portal Rumah Belajar.
Upaya Transformatif

Di awal tahun 2021, Kemendikbud menghadirkan perubahan pendidikan melalui empat strategi.

Pertama, pembangunan infrastruktur dan teknologi. Kedua, penguatan strategi, prosedur dan pendanaan. Ketiga, penguatan kepemimpinan, masyarakat dan budaya. Keempat, penguatan kurikulum, pedagogi dan penilaian.

Keempat strategi tersebut diimplementasikan melalui delapan program prioritas yang terkait dengan konsep Merdeka Belajar.

Di bidang pembiayaan pendidikan, Kemendikbud memberikan Kuliah Kartu Indonesia Pintar

(KIP) dengan target 1,095 juta siswa, KIP Sekolah dengan target 17,9 juta dari 42.896 sekolah, tunjangan profesi guru dengan target 363 ribu guru dan pengembangan sekolah Indonesia di luar negeri (SILN) serta dukungan pemerintah untuk 13 SILN dan 2.236 lembaga.

Dapatkan informasi, inspirasi, dan wawasan di email Anda.
email pendaftaran

Untuk program digitalisasi sekolah dan media pembelajaran, Kemendikbud telah mengembangkan empat sistem penguatan platform digital, delapan layanan terpadu Kemendikbud, Humas dan Media, 345 model bahan ajar dan model media pendidikan digital, dan penyediaan fasilitas pendidikan untuk 16.844 sekolah.

Di bidang pembinaan siswa, prestasi, penguatan bakat dan karakter, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan telah menciptakan tiga layanan dukungan konseling dan sosialisasi untuk penguatan karakter, pengembangan siswa melalui 345 pemerintah daerah, dan peningkatan prestasi dan pengelolaan bakat untuk 13.505 siswa.

Di bidang sumber daya manusia, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan telah mengangkat 173.329 guru sukarelawan ASN, melatih 19.624 instruktur mengemudi, 10.000 guru dan tenaga kependidikan bersertifikat, mempekerjakan guru negeri dengan kontrak kerja (PPPK) di 548 pemerintah daerah, kualitas sistem penjaminan, dan menerapkan manajemen sekolah mengemudi pada 20.438 guru.

LIHAT JUGA :

https://nac.co.id/
https://futsalin.id/
https://evitdermaclinic.id/
https://kabarsultengbangkit.id/
https://journal-litbang-rekarta.co.id/
https://jadwalxxi.id/
https://www.greenlifestyle.or.id/
https://www.kopertis2.or.id/
https://rsddrsoebandi.id/
https://www.ktb-mitsubishimotors.co.id/
https://www.topijelajah.com/
https://mesinmilenial.com/

Rate this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *