Yurisprudensi Adalah: Unsur, Proses, Fungsi, Jenis, Dasar

Definisi hukum kasus

Yurisprudensi terdiri dari kata Iuris Prudential (Latin), Jurisprudentie (Belanda) dan Jurisprudence (Belanda), yang berarti yurisprudensi. Dalam sistem yurisprudensi, yurisprudensi adalah pengetahuan tentang aturan-aturan faktual dan hubungannya dengan aturan-aturan lainnya. Pengertian lain dari hukum perkara adalah putusan-putusan hakim-hakim sebelumnya yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dan diikuti oleh hakim-hakim atau badan-badan peradilan lainnya dalam memutuskan masalah atau perkara yang sama.


Pahami kasus hukum menurut para ahli

Di bawah ini adalah beberapa pendapat ahli tentang kasus hukum, sebagai berikut:

  1. Menurut Yan Paramdya Puspa

Menurut Yan Paramdya Puspa, yurisprudensi adalah kumpulan atau rangkaian putusan Mahkamah Agung, banyak putusan dari berbagai jenis masalah perkara yang dibuat menurut keputusan kecerdikan pada masing-masing hakim itu sendiri, yang kemudian diadopsi oleh hakim lain untuk memutus perkara mereka. hampir atau sama. Dengan adanya yurisprudensi tersebut, hakim tidak terlibat secara pribadi dalam penyusunan bahan aturan atau yurisprudensi sebagai sumber hukum.

Menurut Topo Santoso

Menurut Topo Santoso, fikih tidak selalu yurisprudensi, karena yurisprudensi mengandung norma-norma khusus yang bersifat individual dalam hal-hal tertentu, sedangkan dalam hukum bersifat umum. Yurisprudensi tidak sama atau sama dengan hukum.

  1. Menurut Muladi

Muladi menyuarakan beberapa pendapat antara lain:

    Yurisprudensi adalah sistem hukum yang terbentuk dari putusan pengadilan, khususnya Mahkamah Agung atau yurisprudensi, yang asas-asas formanya didasarkan pada hukum.
    Yurisprudensi merupakan rangkaian putusan peradilan yang dipandang sebagai sumber kaidah yang dapat dijadikan acuan oleh hakim dalam memutus perkara sejenis. Bagian dari putusan pengadilan sebagai preseden peradilan yang menjadi pertimbangan hakim dalam putusannya.
    Di samping hukum, kontrak, doktrin, dan aturan kebiasaan, yurisprudensi adalah sumber hukum.

Menurut Denny Indrayana

Menurut Denny Indrayana, kasus hukum tidak sama dengan hukum, baik dari segi aturan yang sebenarnya maupun doktrin.

  1. Menurut Philipus M. Hadjin

Menurut Philipus M. Hadjin, yurisprudensi merupakan produk kekuasaan legislatif Dewan Perwakilan Rakyat dengan surat-surat hukum yang umumnya abnormal, sedangkan dalam putusan Mahkamah Agung di bidang putusan peradilan yang bersifat individual yang konkret, maka hukum dapat menjadi keputusan Mahkamah Agung tidak cocok.

  1. Menurut Prof. Subekti

Menurut Prof. Subekti, yurisprudensi adalah putusan hakim atau pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dan ditetapkan oleh Mahkamah Agung sebagai pengadilan kasasi, atau putusan Mahkamah Agung itu sendiri yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

  1. Setelah Soehino

Dalam pandangan Soehino, suatu putusan Mahkamah Agung dapat disebut sebagai perkara hukum jika putusan Mahkamah Agung atas suatu materi yang ditemukan dijadikan acuan dalam putusan Mahkamah Agung atas materi yang sama karena sekurang-kurangnya terdapat 5 putusan Mahkamah Agung.
Baca Juga : Rumusan Pancasila

  1. Setelah Kansil

Dalam pandangan Kansil, hukum perkara adalah putusan hakim sebelumnya yang sering diikuti dan dijadikan dasar putusan hakim selanjutnya atas masalah yang sama.

  1. Menurut Sudikno Mertokusumo

Menurut Sudikno Mertokusumo, yurisdiksi adalah penegakan aturan dalam hal tuntutan hukum tertentu, yang ditegakkan oleh suatu badan yang berdiri sendiri, ditanggung oleh negara dan bebas dari pengaruh atau pengaruh apapun, dan menunjukkan ikatan yang mengikat. keputusan.
Unsur hukum

Lihat Juga

https://officialjimbreuer.com/
https://rollingstone.co.id/
https://www.dulurtekno.co.id/
https://excite.co.id/
https://creasi.co.id/

Berikut adalah beberapa unsur hukum perkara, sebagai berikut:

Memenuhi kriteria adil
Keputusan tentang sesuatu yang tidak jelas
Saya terus mendapatkan masalah yang sama
Itu disetujui oleh Mahkamah Agung
Keputusan tegas

Proses peradilan

Berikut adalah 2 tata cara yurisprudensi, yaitu sebagai berikut:

Pemeriksaan adalah proses meneliti dan menyelidiki suatu keputusan.
Notasi adalah proses klarifikasi sementara atau permanen yang dicatat berdasarkan kasus per kasus.

Fungsi Kejaksaan

Di bawah ini adalah beberapa fungsi yurisdiksi, yaitu sebagai berikut:

Untuk menegakkan kepastian hukum
Tentang keseragaman
Rate this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *